Rabu, 17 September 2008

Haji kami 2006/2007

Subhanallah...,
Alhamdullillah....,

LIhat-lihat web islami yang dikirim oleh temen milist yaitu www.haramainrecordings.com ternyata masih ada archive video sholat fajar tanggal 12 Januari 2007 .., sholat tersebut adalah sholat wajib kami terakhir di masjidil haram pada saat kami melaksanakan ibadah haji tahun 2006..

Ya Alloh...., ijinkan kami untuk dapat berkunjung kembali ke rumah Mu yang suci nan agung....

Berikut url nya.... http://najiullah.multiply.com/video/item/17

Senin, 05 Mei 2008

Ambil Keuntungan Dalam Transaksi

Rabu, 30 Apr 08 06:07 WIB

Assallamu'alaikum,
Pak Ustadz, saya bekerja di perusahaan swasta posisi sebagai Purchasing jika saya bertransaksi dengan supplier misal harga dari supplier Rp1000 kemudian kita tawar akhirnya harga menjadi Rp900
Kemudian Rp100 nya saya ambil sebagai komisi saya tetapi perusahaan saya tidak tau. tahunya harganya Rp1000 jika demikian bagaimana menurut syariah Islam tentang haram/ halal.
Jika hal, tersebut emang tidak boleh, Semoga Alloh mengampuni dosa-dosa saya selama ini, Amin ya robbal 'allamin.
Wassalam
Itnu
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sebenarnya masalah anda cuma satu saja, yaitu anda menjadi orang yang dipercaya oleh perusahaan untuk melakukan pembelian, namun anda tidak terbuka dalam masalah harga.
Padahal atas semua jerih payah yang telah anda lakukan itu, perusahaan sudah memberikan anda jatah gaji. Dan semua tenaga anda sudah dipenuhi oleh perusahaan.
Maka logikanya, sebagai orang yang diberi kepercayaan untuk membelajakan uang oleh suatu pihak, alangkah indahnya bila kepercayaan itu dibalas dengan kejujuran dari pihak anda.
Sebab di zaman sekarang ini yang penuh dengan tipu daya, mencari orang jujur memang langka, kalau tidak mau dibilang tidak ada lagi. Dan kami maklum kalau kejadian seperti ini juga menimpa diri anda.
Bukan apa-apa, karena hampir semua orang saat ini melakukannya. Dan pandangan masyarakat nyaris ikut membenarkannya. Malah kalau bagian purchasing seperti anda tidak dapat uang komisi dari klien, kok rasanya ada yang aneh.
Pandangan Hukum
Secara hukum syariah, tindakan anda itu bisa saja dibenarkan, seandainya ada beberapa syarat yang terpenuhi.
Misalnya perusahaan memberikan peluang anda merangkap menjadi simsar. Hal ini juga pernah terjadi di masa Rasulullah SAW.
وَعَنْ عُرْوَةَ الْبَارِقِيِّ أَنَّ اَلنَّبِيَّ أَعْطَاهُ دِينَارًا يَشْتَرِي بِهِ أُضْحِيَّةً, أَوْ شَاةً, فَاشْتَرَى شَاتَيْنِ, فَبَاعَ إِحْدَاهُمَا بِدِينَارٍ, فَأَتَاهُ بِشَاةٍ وَدِينَارٍ, فَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ فِي بَيْعِهِ, فَكَانَ لَوْ اِشْتَرَى تُرَابًا لَرَبِحَ فِيهِ رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ
Dari Urwah Al-Bariqi bahwa Nabi SAW memberinya uang satu dinar untuk membeli hewan qurban atau kambing. Namun dengan uang itu dia berhasil membeli dua ekor kambing. Yang satu kemudian dijualnya dengan harga 1 dinar. Sehingga beliau kembali kepada Rasulullah SAW dengan seekor kambing dan uang 1 dinar. Maka Rasulullah SAW mendoakanya dengan keberkahan dalam jual belinya. Memang bahkan seandainya dia menjual abu (tanah), pastilah dia dapat untung. (HR Khamsah kecuali An-Nasa'i).
Dalam banyak syarah hadits, para ulama menyebutkan bahwa uang 1 dinar itu menjadi hak si Urwah. Karena memang dia yang telah berjasa dengan segala kemampuannya menjalankan uang itu hingga mendapat keuntungan. Dan di sisi lain, Rasulullah SAW pun tidak dirugikan sedikit pun.
Namun satu hal yang perlu diketahui, bahwa Urwah tetap melaksanakan open managemen kepada Rasulullah SAW sebagai pemilik modal, atau sebagai pihak yang punya uang.
Berbeda dengan apa yang kebanyakan orang lakukan sekarang ini, boleh jadi perusahaan tidak tahu menahu uangnya diapakan. Tetapi memang menjadi dilematis, karena biasanya kalau pun karyawannya mampu membeli barang dengan harga yang lumayan bersaing, justru di karyawan tersebut tidak dapat apa-apa.
Jadi pada akhirnya terjadi konflik kepentingan, antara perusahaan dengan para employe-nya. Di satu sisi perusahaan menunut para karyawan berlaku jujur, tapi terkadang perusahaan pun tidak mau tahu dan tidak bisa menghargai jasa dan kemampuan karyawannya.
Sehingga pada akhirnya, siapa cepat siapa dapat. Siapa menipu siapa, siapa menyikat haknya siapa.
Kunci dari masalah ini adalah justru dari pihak manajemen sendiri. Kalau kultur kejujuran sudah ditanamkan dan diberi contoh langsung oleh atasan kepada bawahan, maka sudah bisa dipastikan bahwa bawahan akan menjadi jujur.
Tapi kalau atasannya sama tidak jujurnya, jangan diharap bawahannya akan jujur juga.
Selain itu, sering munculnya tindakan kurang jujur oleh karyawan diakibatkan kurang adilnya perusahaan kepada karyawan. Sehingga hubungan yang dibangun adalah bagaimana caranya 'nyikat' duit perusahaan.
Kalau kita lihat bagamana Urwah bermuamalah dengan Rasulullah SAW pada hadits di atas, maka kita bisa lihat bahwa hubungan bisnis antara keduanya berlangsung dengan harminis, jujur dan saling percaya. Kultur itulah yang sekarang ini tidak kita miliki. Sayang sekali memang.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Sumber : http://eramuslim.com/ustadz/eki/8429162216-ambil-keuntungan-dalam-transaksi.htm

Selasa, 29 April 2008

CAHAYA

Makna lagu Sebelum Cahaya – Letto
=============================

Letto merupakan sebuah grup band yang tergolong baru di dunia permusikan
Indonesia. Band ini bermarkas di daerah Kadipiro Jogjakarta. Pentolan
band ini adalah Noe, anak dari Emha Ainun Najib.

Sebuah postingan di salah satu blog memberi makna atas lagu ini. Secara
lengkap, postingan itu berisi sbb:

Ku teringat hati yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Reff:

Ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganKu cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta

Back to reff


Siapa yang tak kenal lagu ini? Hampir semua lapisan masyarakat ngerti
betul lagu ini, apalagi saat ini menjadi soundtrack lagu dari salah satu
sinetron di televisi swasta.Maka tak heran jika anak kecil, remaja
aktivis dakwah atau bukan mengenalnya bahkan mungkin hafal di luar
kepala.

Seperti salah satu adik binaan saya. Suatu ketika dia membuka isi lagu
di hp saya, salah satunya terdapat lagu sebelum cahaya milik Letto.

Lagu tersebut didengarnya terus menerus diulang-ulang hingga temen-temen
yang lainnya datang. Sengaja saya mendengarkan dia bernyanyi dan praktis
mendengarkan pula apa yang dia nyanyikan. "Sebelum cahaya"??

Penasaran juga kan ...apa sih maksud lagu itu??? Sampai akhirnya saya
bertanya pada dia, "dik, asyik banget nyanyinya...hmmm...da banyak
kenangan nii...dengan lagu itu??

Dia menjawab, "jelas mbak..banyak kenangan..".

Mbak pingin tahu?? Saya mengangguk.. dan dia mulai menceritakan apa yang
dimaksud kenangan tersebut.

Kata pertama yang keluar adalah, "itu kan ngingetin kita sama sholat
lail mbak?"

Heran dan takjub sebetulnya hati saya, kok bisa ya??

Dia meneruskannya ..

Bait pertama lagu ini menunjukkan kalau Alloh selalu mengawasi kita
Alloh melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun...kita pergi
untuk ambil air wudhu maka mengapa disana dituliskan ke mana kau pergi...

Kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri ketika
semua orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang,
ketika mata masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk
menjalankannya??

Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka'at demi raka'at, lantunan
ayat2 suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah
makna yang dia temukan dalam baris perjalanan sunyi yang kau tempuh
sendiri, kuatkan hatimu cinta.

Bait kedua, Alloh ingin menentramkan hati kita,

Alloh mengingatkan bahwa kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat
Lail, lihatlah ada embun pagi yang selalu menemani kita hingga fajar
muncul dari ufuk timur dan rasakanlah sepoi-sepoi angin di sepertiga
malam, yang dengan sangat lembut meniup mukena kita.

Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail ditegakkan. Dan mereka
inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat kelak.

Bait ketiga menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? untuk
menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah
orang-orang yang selalu berpegang teguh pada janjinya terhadap Alloh.

Janjinya bahwa dia kan selalu menjadikan Alloh sebagai Illah dalam hidupnya.

Subahanallah. Ternyata...

(Kiriman dari email temen)