Makna lagu Sebelum Cahaya – Letto
=============================
Letto merupakan sebuah grup band yang tergolong baru di dunia permusikan
Indonesia. Band ini bermarkas di daerah Kadipiro Jogjakarta. Pentolan
band ini adalah Noe, anak dari Emha Ainun Najib.
Sebuah postingan di salah satu blog memberi makna atas lagu ini. Secara
lengkap, postingan itu berisi sbb:
Ku teringat hati yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta
Reff:
Ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta
Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganKu cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta
Back to reff
Siapa yang tak kenal lagu ini? Hampir semua lapisan masyarakat ngerti
betul lagu ini, apalagi saat ini menjadi soundtrack lagu dari salah satu
sinetron di televisi swasta.Maka tak heran jika anak kecil, remaja
aktivis dakwah atau bukan mengenalnya bahkan mungkin hafal di luar
kepala.
Seperti salah satu adik binaan saya. Suatu ketika dia membuka isi lagu
di hp saya, salah satunya terdapat lagu sebelum cahaya milik Letto.
Lagu tersebut didengarnya terus menerus diulang-ulang hingga temen-temen
yang lainnya datang. Sengaja saya mendengarkan dia bernyanyi dan praktis
mendengarkan pula apa yang dia nyanyikan. "Sebelum cahaya"??
Penasaran juga kan ...apa sih maksud lagu itu??? Sampai akhirnya saya
bertanya pada dia, "dik, asyik banget nyanyinya...hmmm...da banyak
kenangan nii...dengan lagu itu??
Dia menjawab, "jelas mbak..banyak kenangan..".
Mbak pingin tahu?? Saya mengangguk.. dan dia mulai menceritakan apa yang
dimaksud kenangan tersebut.
Kata pertama yang keluar adalah, "itu kan ngingetin kita sama sholat
lail mbak?"
Heran dan takjub sebetulnya hati saya, kok bisa ya??
Dia meneruskannya ..
Bait pertama lagu ini menunjukkan kalau Alloh selalu mengawasi kita
Alloh melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun...kita pergi
untuk ambil air wudhu maka mengapa disana dituliskan ke mana kau pergi...
Kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri ketika
semua orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang,
ketika mata masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk
menjalankannya??
Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka'at demi raka'at, lantunan
ayat2 suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah
makna yang dia temukan dalam baris perjalanan sunyi yang kau tempuh
sendiri, kuatkan hatimu cinta.
Bait kedua, Alloh ingin menentramkan hati kita,
Alloh mengingatkan bahwa kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat
Lail, lihatlah ada embun pagi yang selalu menemani kita hingga fajar
muncul dari ufuk timur dan rasakanlah sepoi-sepoi angin di sepertiga
malam, yang dengan sangat lembut meniup mukena kita.
Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail ditegakkan. Dan mereka
inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat kelak.
Bait ketiga menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? untuk
menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah
orang-orang yang selalu berpegang teguh pada janjinya terhadap Alloh.
Janjinya bahwa dia kan selalu menjadikan Alloh sebagai Illah dalam hidupnya.
Subahanallah. Ternyata...
(Kiriman dari email temen)
Selasa, 29 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar